Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebagaimana diketahui, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) telah menghukum si Nyonya Tua dengan pengurangan poin sebanyak 15 angka. Hukuman itu diberikan lantaran mereka terkena skandal pemalsuan laporan keuangan.

Kini, tim kembali terancam pengurangan poin dengan jumlah yang sama. Kali ini, penyebabnya karena Juventus membuat kesepakatan gelap memalsukan laporan gaji pemain.

Jika benar-benar terbukti, Juventus bakal kembali terjun bebas dari table klasemen. Ambisi meraih duduk di empat besar agar bisa main di Liga Champions pun sirna, apalagi mengangkat tropi scudetto.

Baca: Digosipkan Cabut, Angel Di Maria Bahagia di Juventus

Twitter Bianconeri Zone mencuitkan kutipan media Italia Corriere dello Sport yang melaporkan Federal Prosecutor’s Office yang memeriksa kasus ini, meminta hukuman tambahan untuk Juventus.

Dalam laporan itu disebutkan, Juventus melakukan kesepakatan gelapnya dengan pemain pada musim 2019/2020 dan 2020/2021.

Selain itu, Juventus juga bakal dikenai denda senilai satu hingga tiga kali lipat dari jumlah yang disepakati atau dibayarkan kepada para pemain.

Meski begitu, penyelidikan masih terus berlanjut pada pemain yang masuk dalam kesepakatan tersebut. Bahkan, adanya skandal itu juga dibenarkan eks pemainnya, Paulo Dybala yang kini main di AS Roma.
’’Kami seharusnya menerima gaji tiga bulan, pernyataan itu tidak mencerminkan apa yang terjadi,’’ kata Dybala, menurut beberapa media Italia, termasuk Calciomercato, via football Italia.Pada awak media, Dybala mengungkapkan Juventus mengusulkan pemberian gaji hingga empat bulan. Namun, para pemain tidak menyetujuinya.’’Kesepakatannya adalah kami akan menerima gaji untuk tiga bulan lagi pada musim berikutnya, dan yang diberikan hanya satu,’’ ucapnya.Saat Serie A ditangguhkan karena Covid-19 pada 2020, Juventus dan pemainnya mencapai kesepakatan gaji yang dijelaskan dalam siaran pers resmi sebagai keringanan gaji empat bulan.Namun, para pemain Juventus diduga menolak gaji mereka selama empat bulan, yang juga membantu meringankan pernyataan tersebut secara signifikan. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiBerbagai Sumber

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler