Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Seperti yang dilansir Kumparan, Hamdan menceritakan beberapa ‘ketegangan’ yang sempat muncul di akhir-akhir penyelesaian proses Shayne menjadi WNI. Singkat cerita, setelah menjalani beberapa proses naturalisasi, Shayne tinggal menyelesaikan proses akhir.

Namun disinilah ada ‘sesuatu’ yang pada akhirnya sempat membuat si pemain diliputi ketegangan. Shayne datang ke Indonesia, diizinkan klub, setelah dia bermain di pre-season game pertama.

Jeda antara laga preseason pertama dan kedua yang dilakukan klub Shayne, menjadi momen baginya untuk menyelesaikan masalah naturalisasi. Saat itu Shayne hanya diberi waktu 3 hari.

''Sampai Indonesia langsung beli peci, beli jas, makan sate. Besoknya (di)sumpah (menjadi WNI). Alhamdullilah, lancar,'' ujar Hamdan menceritakan.

Shayne Pattynama akhirnya resmi menjadi WNI usai mengucap sumpah di Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, 24 Januari lalu. Izin waktu yang diberikan klub Shayne Pattynama, Viking FK, sangat minim, inilah yang menjadi sumber ketegangan.

Sebab sehari setelah acara sumpah, Shayne Pattynama harus secepatknya membuat KTP. Di sinilah masalah sempat terjadi, karena mesin pembuat KTP saat itu tak bisa digunakan. Sementara izin perpanjangan waktu ke pihak klub ditolak.

''Sumpah WNI jam 5 (sore), jadi buat KTP harus besoknya, dijadwalkan jam 9 pagi karena sudah koordinasi sejak lama. Tiba-tiba, hari itu satu Indonesia, mesin Dukcapil tak berfungsi, ada maintenance,'' ujar Hamdan.

Sempat dikabari bahwa sore jam 15.00 mungkin sudah bisa. Namun kenyataannya sampai waktu yang disebut mesin pencetak KTP belum selesai dimaintenance. Padahal jam 19.00 Shayne Pattynama sudah harus terbang.BACA JUGA: Jadi WNI, Shayne Pattynama Impikan Timnas Indonesia ke Piala DuniaNamun berikutnya, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Saat Shayne akan bersiap-siap terbang, ada kabar jika akhirnya KTP Shayne sudah jadi. Sebelumnya, meski mesin pencetak tak berfungsi, Shayne memang sudah melakukan perekaman data dirinya.''Pada pukul 17:04, kami siap-siap ke bandara, dan saya mau ke kamar kecil. Kembali dari toilet, saat mau naik mobil, tiba-tiba saya ditelepon bahwa KTP-nya sudah selesai, alhamdullilah. Itu kalau kami sudah telanjur berangkat, Shayne pulang tanpa KTP,'' ujar Hamdan menambahkan lagi.Shayne Pattynama sendiri saat ini masih terus melakukan proses perpindahan federasi sepakbola. Diperkirakan pada Maret 2023 ini, Shayne sudah bisa membela Timnas Indonesia di laga FIFA Match Day. Penulis: Budi SantosoEditor: Budi SantosoSumber: Kumparan

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler