Operator Liga Premier Inggris, telah mendakwa Man City melanggar aturan keuangan lebih dari 100 kali dalam 9 musim. Dakwaan itu berkait informasi keuangan tentang pendapatan, gaji pelatih dan remunerasi pemain.
Kemudian juga pelanggaran terhadap aturan UEFA, profitabilitas dan keberlanjutan dan kerja sama dengan investigasi Liga Premier. Dugaan-dugaan pelanggaran itu kini menyeruak menjadi perhatian.
Pihak Liga Inggris menyebut pelanggaran itu terjadi sejak September 2009 hingga musim 2017-2018. Selanjutnya masalah ini akan dirujuk ke komisi independen. Situasi ini akan menyulitkan Man City jika terbukti.
Jika Man City dinyatakan bersalah, mereka menghadapi berbagai sanksi potensial termasuk pengurangan poin atau bahkan degradasi. Meskipun penanganannya diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun.
Pihak Man City sendiri, seperti yang dilansir Daily Mail menyatakan terkejut dengan tuduhan ini. Selanjutnya mereka menyatakan akan menunggu perkembangan setelah pelimpahan ke komisi Independen mengenai penanganannya.
“Manchester City FC terkejut dengan dikeluarkannya dugaan pelanggaran Aturan Liga Premier ini, terutama mengingat keterlibatan yang luas dan sejumlah besar materi terperinci yang telah disediakan EPL,” demikian pernyataan Resmi Man City.
BACA JUGA: Meski Keluarkan Dana Besar Untuk Haaland, Boss Manchester City Sebut Itu Harga Pantas"Klub menyambut baik peninjauan masalah ini oleh Komisi independen, untuk secara tidak memihak mempertimbangkan badan komprehensif dari bukti tak terbantahkan yang ada untuk mendukung posisinya,” tambah pernyataan itu lagi.
Pihak Man City juga meminta agar masalah ini tidak dibesar-besarkan. Dugaan ini diminta untuk dihentikan dan tidak lagi diungkit-ungkit. Dugaan ini sebelumnya memang telah diungkap oleh 'The Mail on Sunday’ dalam sebuah laporan investigasi.Pada Juli 2021, mereka melaporkan Man City memiliki dana jutaan poundsterling yang masuk ke klub oleh pihak Abu Dhabi. Gelontoran dana itu dimaksudkan untuk menggelembungkan pendapatan klub.Sebelumnya pada Februari 2020, Man City sempat dilarang ke Liga Champions dan didenda £25 juta. Itu terjadi setelah ditemukan upaya penyesatan pada UEFA, dan pelanggaran FFP (Financial Fair Play).Namun hukuman itu dicabut pengadilan arbitrase olahraga, termasuk pengurangan denda bagi Man City. Saat itu, Man City hanya didenda £9 juta, dan masih bisa terus berlaga di Liga Champions Eropa. Penulis: Budi SantosoEditor: Budi SantosoSumber: Daily Mail
Murianews, London – Man City menghadapi tuduhan serius di Liga Inggris. Mereka bahkan terancam terdegradasi jika tuduhan itu benar terbukti. Kabar ini tengah ramai dikabarkan media-media di Inggris dan Eropa.
Operator Liga Premier Inggris, telah mendakwa Man City melanggar aturan keuangan lebih dari 100 kali dalam 9 musim. Dakwaan itu berkait informasi keuangan tentang pendapatan, gaji pelatih dan remunerasi pemain.
Kemudian juga pelanggaran terhadap aturan UEFA, profitabilitas dan keberlanjutan dan kerja sama dengan investigasi Liga Premier. Dugaan-dugaan pelanggaran itu kini menyeruak menjadi perhatian.
Pihak Liga Inggris menyebut pelanggaran itu terjadi sejak September 2009 hingga musim 2017-2018. Selanjutnya masalah ini akan dirujuk ke komisi independen. Situasi ini akan menyulitkan Man City jika terbukti.
Jika Man City dinyatakan bersalah, mereka menghadapi berbagai sanksi potensial termasuk pengurangan poin atau bahkan degradasi. Meskipun penanganannya diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun.
Pihak Man City sendiri, seperti yang dilansir Daily Mail menyatakan terkejut dengan tuduhan ini. Selanjutnya mereka menyatakan akan menunggu perkembangan setelah pelimpahan ke komisi Independen mengenai penanganannya.
“Manchester City FC terkejut dengan dikeluarkannya dugaan pelanggaran Aturan Liga Premier ini, terutama mengingat keterlibatan yang luas dan sejumlah besar materi terperinci yang telah disediakan EPL,” demikian pernyataan Resmi Man City.
BACA JUGA: Meski Keluarkan Dana Besar Untuk Haaland, Boss Manchester City Sebut Itu Harga Pantas
"Klub menyambut baik peninjauan masalah ini oleh Komisi independen, untuk secara tidak memihak mempertimbangkan badan komprehensif dari bukti tak terbantahkan yang ada untuk mendukung posisinya,” tambah pernyataan itu lagi.
Pihak Man City juga meminta agar masalah ini tidak dibesar-besarkan. Dugaan ini diminta untuk dihentikan dan tidak lagi diungkit-ungkit. Dugaan ini sebelumnya memang telah diungkap oleh 'The Mail on Sunday’ dalam sebuah laporan investigasi.
Pada Juli 2021, mereka melaporkan Man City memiliki dana jutaan poundsterling yang masuk ke klub oleh pihak Abu Dhabi. Gelontoran dana itu dimaksudkan untuk menggelembungkan pendapatan klub.
Sebelumnya pada Februari 2020, Man City sempat dilarang ke Liga Champions dan didenda £25 juta. Itu terjadi setelah ditemukan upaya penyesatan pada UEFA, dan pelanggaran FFP (Financial Fair Play).
Namun hukuman itu dicabut pengadilan arbitrase olahraga, termasuk pengurangan denda bagi Man City. Saat itu, Man City hanya didenda £9 juta, dan masih bisa terus berlaga di Liga Champions Eropa.
Penulis: Budi Santoso
Editor: Budi Santoso
Sumber: Daily Mail