Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

MURIANEWS, Grobogan – Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Grobogan mengirim delapan atlet terbaiknya dalam ajang Kejurprov Judo dan Solo Open. Kejuaraan ini rencananya digelar bersamaan pada Jumat-Minggu (25-27/2/2022) mendatang.


Sekretaris PJSI Grobogan Tri Budianto mengungkapkan, ajang tersebut menjadi momentum para atlet untuk menjajal kemampuannya dengan atlet luar daerah. Event tersebut pun diharapkan bisa menjadi tolok ukur kesiapan menghadapi Praporprov dan Porprov dalam waktu dekat.


“Kejuaraan ini menjadi tolok ukur untuk para atlet sebelum Praporprov dan Porprov,” kata Tri, Rabu (23/2/2022).


Baca juga: Ogah Hadapi Atlet Israel, Pejudo Aljazair Pilih Mundur dari Olimpiade 2020

Tri menambahkan, dalam kejuaraan tersebut, sebagian atlet yang dikirim akan berlaga untuk level yunior dan senior. Sebab, meskipun secara usia masih bisa ikut yunior, namun secara kemampuan mereka dianggap cukup siap berada di level senior.


“Ada tiga atlet yang nanti akan ikut di yunior dan senior,” tambahnya.


Untuk target, Tri menyatakan, yang terpenting para atletnya itu bisa lolos untuk berlaga di level nasional. Sebab, ajang tersebut juga sebagai seleksi di tingkat provinsi sebelum para atlet tampil di ajang nasional.


Untuk target, Tri menyatakan, yang terpenting para atletnya itu bisa lolos untuk berlaga di level nasional. Sebab, ajang tersebut juga sebagai seleksi di tingkat provinsi sebelum para atlet tampil di ajang nasional.

“Targetnya yang penting lolos. Latihan sudah digenjot terus, semoga hasilnya sesuai harapan,” kata dia.

Tri menjelaskan, sebenarnya masih ada satu atlet lagi yang diproyeksikan bisa berlaga di ajang tersebut. Namun, sang atlet yang kini berada di Balai Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jawa Tengah itu tidak mendapat izin berlaga dengan alasan pandemi Covid-19.

 

 

Reporter: Saiful AnwarEditor: Dani Agus

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler