Banyaknya SSB Grobogan Tak Otomastis Menjamin Muculnya Pesepakbola Berbakat
Saiful Anwar
Sabtu, 26 Maret 2022 19:11:36
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan – Sekolah Sepakbola (SSB) di Grobogan yang tercatat di Askab PSSI Grobogan ada 60 klub. Namun begitu, banyaknya SSB ini tidak otomatis menjamin akan banyak pemain moncer yang muncul di level senior atau profesional.
Ketua Bidang Kompetisi Askab PSSI Grobogan, Mintono mengungkapkan pendapat tersebut. Menurutnya, kedisiplinan pemain akan menjadi kunci. Biasanya, saat sudah ada di level profesional, kedisiplinan pemain malah justru menurun. Itulah yang membuat kualitas mereka terpengaruh, atau akhirnya malah pensiun sebelum sempat bersinar.
“Biasanya faktor kedisiplinan. Kedisiplinan itu dipengaruhi lingkungan, gaya hidup, dan banyak hal lain,” kata Mintono, Sabtu (26/3/2022).
Untuk menjadi pemain sepakbola yang mampu bersinar hingga level nasional dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi. Namun begitu, problem tersebut tidak hanya terjadi Grobogan saja. Semua pemain bahkan yang berseragam Timnas pun sering tak sempat bersinar.
BACA JUGA: Jaga Regenerasi, Askab PSSI Grobogan Rutin Gelar Turnamen Usia Dini
“Tidak hanya persoalan untuk Persipur. Semua pemain menghadapi hal yang sama, mudah tergoda untuk melanggar disiplin,” tambah Mintono yang juga pelatih SSB Mitra Purwodadi itu.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Para pemain usia dini dari SSB di Grobogan mengikuti turnamen di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, baru-baru ini. (MURIANEWS/Istimewa).[/caption]
MURIANEWS, Grobogan – Sekolah Sepakbola (SSB) di Grobogan yang tercatat di Askab PSSI Grobogan ada 60 klub. Namun begitu, banyaknya SSB ini tidak otomatis menjamin akan banyak pemain moncer yang muncul di level senior atau profesional.
Ketua Bidang Kompetisi Askab PSSI Grobogan, Mintono mengungkapkan pendapat tersebut. Menurutnya, kedisiplinan pemain akan menjadi kunci. Biasanya, saat sudah ada di level profesional, kedisiplinan pemain malah justru menurun. Itulah yang membuat kualitas mereka terpengaruh, atau akhirnya malah pensiun sebelum sempat bersinar.
“Biasanya faktor kedisiplinan. Kedisiplinan itu dipengaruhi lingkungan, gaya hidup, dan banyak hal lain,” kata Mintono, Sabtu (26/3/2022).
Untuk menjadi pemain sepakbola yang mampu bersinar hingga level nasional dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi. Namun begitu, problem tersebut tidak hanya terjadi Grobogan saja. Semua pemain bahkan yang berseragam Timnas pun sering tak sempat bersinar.
BACA JUGA: