Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Pemain Persipur Purwodadi akan di-drill latihan setiap hari jelang bergulirnya Liga 3 Jateng. Hal itu dilakukan agar pemain benar-benar siap saat kompetisi dimulai pada 18 September 2022 nanti.

Pelatih Persipur Sri Widadi mengatakan, setelah melakukan tes Vo2max pada Senin (22/8/2022) pagi, para pemain langsung digenjot latihan bermain. Dari menyerang, bertahan, hingga transisi dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya.

“Berhubung mengejar waktu, mereka langsung dilatih caranya bermain. Setelah cara menyerang, nanti cara bertahan, transisi dari menyerang ke bertahan. Setiap hari berlatih,” ujar sosok yang disapa Dadit itu, Selasa (23/8/2022).

Menurutnya, sudah tidak ada waktu lagi bila pemain digenjot fisik terlebih dulu, baru kemudian cara bermain. Fokusnya kini adalah bagaimana agar para pemain bisa segera chemistry.

“Sebab ini sudah tidak waktu lagi apabila kita membenahi fisik, kemudian teknik,” imbuh kakak pelatih kenamaan Kas Hartadi itu.

Dadit menyatakan, pihaknya memprioritaskan pemain asal Grobogan. Kebetulan pemain hasil seleksi tersebut, mayoritas memang berasal dari Kota Kedelai.

BACA JUGA: Liga 3 Jateng Diundur, Persiapan Persipur Makin Matang
BACA JUGA: Liga 3 Jateng Diundur, Persiapan Persipur Makin Matang“Prioritas Purwodadi (Grobogan, red). Yang dari luar sedikit sekali. Ada yang pakai kaos PSIS, ya biar nular (kualitas) PSIS-nya ke sini, haha,” kata Dadit sembari berseloroh.Dadit meyebut, pemain akan lebih diprioritaskan menguasai teknik daripada fisik. Sebab, secara teknik, nyaris tidak ada yang sesuai yang diharapkan.“Saya memprioritaskannya ke teknik, karena lebih sulit dibanding fisik. Apalagi secara teknik pemain itu kurang semua,” tandasnya. Reporter: Saiful AnwarEditor: Budi Erje 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler