Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penyumbang medali perak di kejuaraan pingpong ASEAN Filipina itu ditekuk pemain Hongkong, Hui Wai Phoebe dengan skor tipis 2-3. Meski sebelumnya sudah pernah bentrok saat bermain di ganda beregu kadet putri, Vita (sapaan akrab Oktaviany) berhasil dikalahkan di set kelima.

Dari pantauan MuriaNewsCom, Vita sebenarnya terlihat kurang panas di set pertama. Beberapa kali, ia didikte lawan. Bola cepat dan penuh dengan smash tersaji di laga itu. Akibatnya, vita harus kalah dua set sekaligus untuk menemukan ritme permainannya.

Agus Fredi Pramono yang bertugas membesut Vita dalam laga itu tak mau kecolongan lebih banyak. Berbagai trik dan skema pertandingan diatur. Alhasil vita menemukan permainan terbaiknya. Ia pun mengalahkan Wai Phoebe dengan skor telak.

Kemenangan di set ketiga ini membangkitkan gairah bermain Vita. Ia berhasil bangkit dari keterpurukan dan berhasil menyamakan skor di set keempat. Wai Phoebe pun mengubah ritme di set penentuan kelima dengan bantuan sang pelatih.

[caption id="attachment_147198" align="alignnone" width="1544"] Vita mendengarkan instruksi dari Pelatih Agus Fredi Pramono pada saat time out. (MuriaNewsCom/Supriyadi)[/caption]

Di set kelima ini, baik vita ataupun Wai Phoebe tak mau mengalah. Jual beli serangan di antara kedua pemain sudah terlihat sejak set dimulai. Keduanya bahkan saling kejar-kejaran angka. Sayang di tengah perjalanan, permainan Vita seolah terbaca. Ia pun di babat habis di ronde ketiga.
’’Vita itu permainannnya bagus. Cuman dia mudah terbawa dengan permainan lawan. Tiap kali minta time out, saya selalu bilang untuk bermain lepas dan menggunakan perasaan saat melakukan smash,’’ kata Agus Fredi Pramono, pelatih Indonesia.Ia menjelaskan, permainan Vita sebenarnya sudah dibaca lawan sejak bermain di kategori beregu. Di laga itu Wai Phoebe yang merupakan andalan Hongkong tidak dimainkan secara individu. Ia hanya dimainkan saat beregu. Sementara permainan Vita dengan pemain lain direkam dan dipelajari.’’Saya yakin rekaman pertandingan itu jadi modal untuk mengatur strategi. Apalagi, jika saya lihat, kemampuan Vita tidak kalah dari Wai Phoebe,’’ tegasnya.Meski kalah, Vita yang berada di grup 12 yang dihuni bersama wakil Hongkong, Hui Wai Phoebe serta Bun Seoyoung (Korea Selatan) masih terbuka. Asal, Vita bisa menang menghadapi wakil dari negeri gingseng dengan skor telak, dan Bun Seoyoung menang dari Wai Phoebe.’’Dari panitia mengatakan, tiap grup diambil satu pemain. Meski tipis, kemungkinan kita bisa melaju ke fase selanjutnya asal masing-masing pemain berhasil menang satu kali. Nanti tinggal hitungan kemenangan set,’’ tambahnya.Editor: Deka Hendratmanto

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler