Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berencana memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati. Mereka akan menanyakan kejelasan sertifikat rumput sintetis Stadion Joyokusumo.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurninto, Jumat (29/4/2022) sore kemarin. Pihaknya meminta pertanggungjawaban pemerintah daerah, dalam hal ini DPUTR, juga kontraktor yang mengerjakan renovasi, untuk membuktikan bahwa memang lapangan Stadion Joyokusumo berstandar FIFA.

"Karena katanya itu standar FIFA, coba tunjukkan. Kami di dewan juga melihat ini ada masalah. Kenapa dari DPU dan inspektorat kok bisa meloloskan tentang masalah rumput ini," ujar Joni yang juga Ketua Umum Persipa Pati ini.

BACA JUGA: Terancam Tak Bisa Gunakan Stadion Joyokusumo, Persipa Pati Pusing

Bila DPUTR Kabupaten Pati maupun kontraktor tak bisa menunjukkan sertifikat standar FIFA, Joni menilai proyek ini gagal dan hanya menghabiskan uang negara dengan sia-sia.

"Ini tanggung jawab Pemkab, karena kalau setahu saya, awalnya mau pakai rumput biasa (alami) itu cuma Rp3 miliar habisnya. Itu sudah bagus. Ini rumput sintetis sampai Rp8 miliar lebih kok hasilnya seperti ini. Persiapan Persipa jadi otomatis terganggu," kata dia.

Ketika ditanya apakah Persipa sudah menyiapkan opsi stadion di luar kota seandainya memang terpaksa jadi tim musafir di Liga 2, Joni mengatakan akan ngotot dulu untuk bermain di daerah sendiri. Pihaknya masih mengupayakan Stadion Joyokusumo untuk home base.
Ketika ditanya apakah Persipa sudah menyiapkan opsi stadion di luar kota seandainya memang terpaksa jadi tim musafir di Liga 2, Joni mengatakan akan ngotot dulu untuk bermain di daerah sendiri. Pihaknya masih mengupayakan Stadion Joyokusumo untuk home base."Tentu kami siapkan opsi itu. Tapi kami tetap 'wani ngeyel' (berani ngeyel) dulu. Kami ingin minta tanggung jawabnya bagaimana. Sudah susah payah naik ke Liga 2 kok tiba-tiba kayak gini," ujar Joni."ULP (Unit Layanan Pengadaan)-nya bagaimana, tendernya bagaimana, itu memang standar FIFA atau tidak. Kalau sudah Rp 8 miliar lebih ya harusnya standar FIFA," lanjutnyaMenurutnya, jika Persipa bisa bermain di Pati, banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Di antaranya keuntungan finansial lewat penjualan tiket."Kita bisa ada pendapatan dari penonton, pemasukan. Karena katanya Liga 2 nanti ada home-away dan ada penonton," tandas Joni. Reporter: Umar HanafiEditor: Budi Erje

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler