Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati – Liga 2 belum jelaslatihan Persipa tetap tancap gas latihan. Manajemen Persipa Pati sampai mengaku belum mendapatkan kepastian kapan Liga 2 digulirkan kembali. Meskipun demikian, pemain Persipa Pati tetap tancap gas latihan.

Mereka tetap menjalani latihan agar kondisi fisik tetap bugar. Sehingga saat kompetisi digulirkan lagi, Laskar Saridin sudah siap dan tidak keteteran menghadapi lawan.

”Belum ada kabar kapan bergulirnya Liga 2. Tetapi kami tetep gelar latihan. Agar pemain fokus dan kondisi fisiknya tetap bugar,” ujar General Manager Persipa Pati, Dian Dwi Budianto kepada Murianews, Kamis (13/10/2022).

Penundaan Liga 2 2022/2023 karena tragedi Kanjuruhan, juga dimanfaatkan untuk mematangkan formasi. Selain itu, manajemen Persipa Pati juga memanfaatkan waktu ini untuk memulihkan pemain yang cedera.

BACA JUGA: Persipa Pati Pahami Penundaan Liga Paska Tragedi Kanjuruhan

”Seperti Rizky Imam. Saat ini ia menunggu jadwal operasi. Doakan saja semoga cepat recovery-nya nanti,” tutur dia.Ia mengakui penundaan kompetisi kali ini menimbulkan konsekuensi bagi timnya. Dengan adanya penundaan, biaya operasional Persipa Pato untuk mengarungi Liga 2 dipastikan membengkak.Meskipun demikian, ia tidak terlalu mempermasalahkan hal ini. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah penuntasan Tragedi Kanjuruhan. Pihaknya tidak mau peristiwa yang menewaskan ratusan suporter ini terulang lagi.”Kalau rugi jelas rugi, karena kita tetap menggaji pemain. Tetapi kami legowo dengan keputusan ini. Agar kasus Kanjuruhan tidak terulang lagi dan bisa diusut tuntas siapa yang bersalah dalam kasus ini,” pungkas dia.Reporter: Umar HanafiEditor: Budi Erje

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler