Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.



Murianews, Pati
– Beredarnya kabar yang menyebut Persipa Pati menjadi salah satu klub yang menolak Liga 2 2022/2023 dilanjutkan dibantah CEO Persipa Pati Joni Kurnianto. Ia bahkan menegaskan kabar tersebut tidak benar.

”Rumor Persipa Pati menolak Liga 2 dilanjutkan itu tidak benar,” katanya dalam konferensi pers, Kamis (26/1/2023).

Ia mengungkapkan, sejak awal pihaknya mendorong PSSI untuk melanjutkan kompetisi sepak bola kasta kedua tersebut dengan beberapa syarat. Pertama, perlakuan kepada Liga 2 disamakan dengan Liga 1.

”Persipa Pati sejak awal rapat, Desember 2022, kita siap melanjutkan Liga 2, jika klub Liga 2 tidak dianaktirikan. Kita minta perlakuan sama dengan klub Liga 1. Buble to buble dengan pembiayaan LIB,” tutur Joni.

Syarat kedua, yakni subsidi dari PT LIB diberikan kepada klub Liga 2 secara penuh. Subsidi ini sangat diperlukan manajemen untuk pembiayaan klub masing-masing.

”(Syarat) kedua, kita siap melanjutkan, jika subsidi yang diperjanjian oleh LIB dan PSSI Rp 800 juta (per klub) segera dipenuhi. Kita baru dapat Rp 300 juta,” tutur dia.

Kemudian, syarat yang ketiga, yakni dibentuk operator baru untuk mengatur Liga 2. Menurutnya, langkah ini membuat operator kompetisi lebih fokus dan leluasa dalam mengatur Liga 2.
”Kemarin LIB ndak sanggup melakukan itu, terbentur libur puasa, libur lebaran, libur piala Dunia U-20,” kata dia.Joni mengungkapkan, PSSI juga merasa keberatan dengan tuntutan kompetisi digelar dengan sistem buble to buble. Pasalnya, sistem ini memerlukan dana yang tak sedikit.”Buble mereka keberatan karena menurut perhitungan mereka memerlukan dana Rp 100 miliar lebih. Jadi mereka tidak bisa. Kemudian, disampaikan opsi home away. Tapi beberapa stadion (klub Liga 2) tidak lolos (assasement),” ungkap dia.Lelaki yang juga Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Pati ini juga mengungkapkan keseriusan Persipa Pati bisa dilihat dengan persiapan pihaknya dalam menyiapkan Stadion Joyokusumo dalam penilaian awal Januari 2023 lalu.”Kita serius, nyatanya stadion kita dapat nilai 68,64, kalau ndak sepekat lanjut kita ndak serius mengurus itu,” pungkas dia. Reporter: Umar HanafiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler