Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Saat itu dia berada dalam dua pilihan, karena di saat yang bersamaan diminta untuk memperkuat klub Djarum Kudus di turnamen Invitasi Galakarya.

Alhasil, dia terlambat gabung Timnas hingga di-blacklist sampai ke level senior. Pengalaman pahit itu sampai saat ini masih di simpan olehnya.

Lewat kliping yang dikumpulkan dari berbagai media cetak Tanah Air yang ditempel di album foto, untuk mengenang perjalanan hidupnya mengolah si kulit bundar.

Deretan album ditunjukkan oleh Bambang Harsoyo di mes Diklat AFC BH 19 yang dibinanya di RT I/RW I, Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus.

”Mulai berkarir di Persiku ada juga, terus ke Barito, Persebaya, PSIS, dan kembali ke Persiku lagi ada banyak di kliping ini. Termasuk saat dicoret dan di-blacklist Timnas,” jelasnya.

Eks penggawa Persiku 2009 itu mengaku menyesal ketika kembali mengenang masa suram. Saat itu dia tidak punya pilihan karena pihak klub Djarum Kudus terjun di turnamen Invitasi Galakarya. Di kompetisi itu Djarum meraih juara III.

Usai memperkuat Djarum, Bambang yang saat itu tetap datang ke pemusatan latihan Timnas kena blacklist. Timnas U-19 kala itu ditukangi oleh Pelatih asal Ceko bernama Ivan Toplak.Menurut keterangan Bambang kepada MURIANEWS, dia disebut lebih mementingkan klub daripada panggilan Timnas.”Setelah turnamen bersama Djarum, saya tetap berangkat ke pemusatan latihan tapi sudah terlambat dan katanya saya dicoret. Sejak saat itu saya tidak pernah dipanggil Timnas lagi. Sudah di-blacklist,” katanya.Pelatih yang musim lalu membawa Persiku junior meraih runner-up Piala Soeratin 2019 itu mengaku masih menyesali hal itu sampai sekarang. ”Menyesal pasti. Tapi saat itu ya gimana kata pelatih suruh ikut Djarum dulu terus baru ke Timnas,” imbuhnya. Reporter: Vega Ma’arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler