Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Itu sudah dilakukannya sejak dua tahun lalu sampai sekarang. Hal itu dilakukan sambil menggalang dana.

Bukan pertandingan profesional memang, namun ia bisa beradu kemahiran menggiring bola bareng pemain-pemain top Tanah Air.

"Kalau main biasanya pakai pola 4-3-3 atau 4-2-3-1. Saya kan seringnya jadi penyerang sayap. Nah biasanya diberi masukan sama pemain-pemain dari Liga 1 dan Liga 2. Soal cari posisi dan cara menyerang," katanya pada MURIANEWS, Rabu (21/10/2020).

Pria kelahiran Sukoharjo, 25 November 1994 itu pernah menjajal berlaga bareng pesepakbola Tanah Air. Mulai dari Gunawan Dwi Cahyo (Bali United, Liga 1), Joko Ribowo (PSIS Liga 1), Amirul Kurniawan (Martapura FC liga 2), Lucky Okta (Mitra Kukar, Liga 2), Komarudin (PSIS, Liga 1), Heru (Persela Liga 1), dan beberapa nama lainnya.

Danu-sapaan akrabnya itu mengaku mendapatkan pengalaman yang berharga dari hasil main bola bareng itu. "Permainan bola saya lebih terasah. Selain itu senang juga bisa main bareng mereka," sambungnya.

Bukti dari permainan sepak bolanya yang semakin terasah itu terlihat dari torehan lima gol dari lima laga terakhir selama bermain sepak bola bersama aktor lapangan hijau Tanah Air itu.

Sembari bermain bola, di laga itu pula Danu dan pesepak bola Tanah Air rutin menggalang dana. Penggalangan dana itu diambil dari mereka yang menonton pertandingan sepak bola.

Besaran uang yang disumbangkan suka rela. Hasil penggalangan dana yang di dapat digunakan untuk perawatan lapangan dan disumbangkan ke keluarga pesepak bola yang terkena musibah."Tiap pertandingan kan beda-beda tempat, panitianya juga beda-beda. Biasanya yang mengurus Mas Joko Ribowo (kiper PSIS Semarang). Uang yang terkumpul dari sekali bertanding biasanya satu sampai tiga juta langsung disumbangin. Terbaru disumbangkan ke ibu dari Riyan Ardiyansyah pemain PSIS," ujar dia.Dana amal tersebut juga disumbangkan untuk perawatan lapangan. Mulai dari Lapangan Teloyo Wonosari (Klaten), Lapangan Jati (Solo), dan Lapangan Koripan (Solo).Pria yang kini bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan di Kudus itu berharap ke depannya dapat terus bermain bola bareng pebola Tanah Air itu."Kalau menekuni sepak bola secara profesional tidak. Soalnya kan saat ini sudah bekerja. Sepak bola sebatas hobi dan cari keringat saja," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler