Kompetisi Belum Ada Kejelasan, PSIS Pilih Berhati-hati Rekrut Pemain
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 28 Mei 2021 16:17:30
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Semarang - Desakan terus muncul kepada manajemen PSIS akibat belum lengkapnya materi pemain yang mereka miliki. Dragan Djukanovic sampai saat ini belum mendapatkan semua pemain yang menjadi kebutuhannya.
Perihal masalah ini, manajemen PSIS angkat bicara. Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Yoyok Sukawi mengaku memilih untuk berhati-hati dalam hal mendatangkan pemain. Terutama sekali berkaitan dengan rencana mendatangkan pemain asing.
Saat ini beberapa pemain PSIS Semarang juga belum semuanya datang. Diantaranya Jandia Eka Putra, Fredyan Wahyu Sugiantoro, Frendi Saputra, Fandi Eko Utomo, Finky Pasamba serta empat pemain asing yang sebelumnya membela PSIS. Sampai Jum’at (28/5/2021) mereka belum hadir di Semarang.
"Jujur kami masih trauma dengan prank kompetisi tahun lalu. Itu yang membuat kami tidak mau gegabah, dan lebih memilih untuk sangat berhati-hati. Terutama mendatangkan pemain asing. Karena faktanya sampai Jumat siang ini izin dari Kepolisian juga belum turun,” kata Yoyok Sukawi, Jumat (28/5/2021).
Menurutnya, untuk saat ini, untuk kebutuhan pemain lokal dipastikan sudah lengkap. Hanya ada pengurangan satu pemain lokal lagi, nantinya.
"Untuk pemain lokal, semua sudah oke. Mungkin saat ini tinggal satu nama yang kemungkinan akan out dalam waktu dekat," sambungnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi.(PSIS OFFICIAL)[/caption]
MURIANEWS, Semarang - Desakan terus muncul kepada manajemen PSIS akibat belum lengkapnya materi pemain yang mereka miliki. Dragan Djukanovic sampai saat ini belum mendapatkan semua pemain yang menjadi kebutuhannya.
Perihal masalah ini, manajemen PSIS angkat bicara. Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Yoyok Sukawi mengaku memilih untuk berhati-hati dalam hal mendatangkan pemain. Terutama sekali berkaitan dengan rencana mendatangkan pemain asing.
Saat ini beberapa pemain PSIS Semarang juga belum semuanya datang. Diantaranya Jandia Eka Putra, Fredyan Wahyu Sugiantoro, Frendi Saputra, Fandi Eko Utomo, Finky Pasamba serta empat pemain asing yang sebelumnya membela PSIS. Sampai Jum’at (28/5/2021) mereka belum hadir di Semarang.
"Jujur kami masih trauma dengan prank kompetisi tahun lalu. Itu yang membuat kami tidak mau gegabah, dan lebih memilih untuk sangat berhati-hati. Terutama mendatangkan pemain asing. Karena faktanya sampai Jumat siang ini izin dari Kepolisian juga belum turun,” kata Yoyok Sukawi, Jumat (28/5/2021).
Menurutnya, untuk saat ini, untuk kebutuhan pemain lokal dipastikan sudah lengkap. Hanya ada pengurangan satu pemain lokal lagi, nantinya.
"Untuk pemain lokal, semua sudah oke. Mungkin saat ini tinggal satu nama yang kemungkinan akan out dalam waktu dekat," sambungnya.
Yoyok Sukawi menambahkan, semua pemain PSIS akan segera berkumpul awal pekan depan. Nantinya, setelah semua pemain lokal datang, akan diikuti kedatangan pemain asing.
"Nanti setelah kongres satu per satu akan datang. Beberapa dari mereka sebetulnya izin untuk datang terlambat. Nanti pemain lokal dulu semua. Setelah itu baru pemain asing," ujarnya.
Lebih lanjut, menurutnya PSIS akan tetap all out di Liga 1 2021 musim ini. Pihaknya juga tak ingin PSIS terpuruk di musim ini.
"PSIS akan all out. Kami juga tidak mau kalau PSIS terpuruk. Pasti akan habis-habisan dalam mengawal PSIS," pungkasnya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Budi erje