Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Ketua Women's Cycling Community (WCC) Kudus, Diana Dewi pernah mengalami insiden jatuh dari sepeda. Namun, dia tetap semangat menekuni hobinya itu.

Dede-sapaan akrab Diana Dewi mengatakan pernah jatuh dari sepeda yang disebabkan oleh drop bar sepedanya yang patah. Menurutnya, itu lantaran kurang adanya pengecekan secara detail.

"Pengecekan harus benar-benar detail. Jangan ada yang terlewat. Kalau bisa dibuka satu per satu," katanya, Senin (21/2/2022).

Beruntung, saat itu dia menggunakan perlengkapan safety riding. Sehingga luka yang dialaminya tidak terlalu parah.

Dia mengatakan, perlengkapan seperti helm dan sarung tangan tergolong penting. Sebab, manfaatnya dapat mengurangi cedera.

BACA JUGA: Kapan Jalur Sepeda di Kudus Terealisasi?

Penggunaan alat pengukur heart rate (pengukur jantung) juga cukup diperlukan. Alat tersebut menjadi salah satu yang layak disediakan. Dengan alat itu, para pesepeda bisa mengukur kekuatan jantung saat bersepeda.

"Kekuatan jantung ada ambang batasnya. Cara menghitungnya 220 dikurangi usia. Apabila melewati batas diharapkan bisa istirahat sebentar," ungkapnya.
"Kekuatan jantung ada ambang batasnya. Cara menghitungnya 220 dikurangi usia. Apabila melewati batas diharapkan bisa istirahat sebentar," ungkapnya.Dede menyarankan agar goweser tidak memaksakan diri ketika kekuatan jantung melebihi ambang batas. Jika dipaksakan, pesepeda bisa mengalami pingsan.Ketersediaan air menurutnya juga penting. Tujuannya untuk mengurangi rasa dahaga saat bersepeda. Saat bersepeda jangan sampai malah mengalami dehidrasi."Camilan juga perlu untuk suplai pengganti kalori yang terbuang," ujarnya.Tak hanya itu, menurutnya peralatan pelindung mata dan jersey juga mengambil peranan penting. Menggunakan jersey yang aerodinamis serta mampu menyerap keringat juga sangat dibutuhkan.Selain itu, hendaknya juga memakai sepatu cleat yang memang khusus untuk bersepeda. Sehingga ketika gowes bisa lebih optimal."Harapan saya hal-hal tersebut harus diterapkan sebelum gowes. Supaya bisa mencapai segi keamanan, kebugaran, dan kenyamanan tubuh," harapnya.Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Budi Erje

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler