Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Laga semifinal Thomas Cup 2022 antara Tim Thomas Indonesia Vs Jepang disebut-sebut oleh penikmat bulutangkis sebagai final dini. Namun, Sigit Budiarto, yang merupakan salah satu legenda badminton Indonesia, tidak sependapat dengan penilaian itu.

Sigit Budiarto, Legenda Bulutangkis Indonesia tidak sependapat jika laga semifinal antara Indonesia melawan Jepang disebut sebagai laga final dini. Karena, menurutnya saat ini kemampuan tim peserta di Thomas Cup sudah sudah merata.

"Saya rasa kok tidak ya kalau disebut final dini (Indonesia vs Jepang, red). Walaupun banyak yang bilang seperti itu. Kemarin juga saat Indonesia melawan Cina banyak yang bilang final dini," katanya, Jumat (13/5/2022).

Legenda bulu tangkis yang pernah membawa Piala Thomas 1998, 2000, dan 2002 itu mengaku saat ini setiap negara memiliki kemampuan yang bagus. Sehingga pertemuan Indonesia Vs Jepang tidak dapat disebut final dini.

BACA JUGA: Laga Ginting Kontra Momota Bakal Sengit di Semifinal Thomas Cup

Sigit menambahkan, selain Indonesia, negara peserta seperti Malaysia, Korea Selatan, Malaysia, dan India juga semakin baik secara tim. Dia menyebut kemampuan negara peserta sudah sama.

"India bisa dibilang memiliki kekuatan baru dalam sebuah tim. Mereka bisa masuk semifinal kan terbilang baru," terangnya.
"India bisa dibilang memiliki kekuatan baru dalam sebuah tim. Mereka bisa masuk semifinal kan terbilang baru," terangnya.Fung Permadi, Legenda bulu tangkis Indonesia juga tidak sepakat jika laga antara Indonesia kontra Jepang disebut sebagai final dini. Menurut dia, tidak ada istilah final dini."Saya rasa persaingan sudah merata. Hal seperti ini saya rasa bagus. Karena kalau hanya negara-negara itu terus yang masuk semifinal atau final pasti membosankan," katanya, Jumat (13/5/2022).Fung menilai, beberapa negara juga terus berbenah. Seperti Denmark, India, dan Korea Selatan."Negara-negara itu sudah mulai menyiapkan atlet pelapisnya juga," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Budi Erje

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler