Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pengurus Cabang Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengcab IPSI) Kudus, Jawa Tengah menjanjikan bonus untuk satu atletnya yang bermain di Kejuaraan Dunia. Bonus tersebut akan diupayakan jika berhasil meraih medali emas.

Atlet pencak silat asal Kudus, Safira Dwi Meilani dipastikan akan turun di Kejuaran Dunia Pencak Silat. Safira akan bertanding di 19th World Pencak Silat Championship 2022, Malaysia pada pada 26 Juli 2022 sampai 31 Juli 2022. Safira merupakan satu-satunya atlet silat asal Kudus yang akan debut di kejuaraan dunia ini.

Safira akan bertanding di kelas tanding B putri 50-55 Kilogram. Di Kejuaraan Dunia Pencak Silat ini, pesilat asal Kudus ini akan bersaing dengan pesilat dari Asia Tenggara dan negara dari benua Eropa dan Amerika.

Ketua IPSI Kudus, Muhammad Nur Hasyim menyatakan, perjuangan Safira tentunya harus dihargai. Karena itu pihaknya akan berupaya untuk bisa memberikan bonus jika si atlet bisa meraih medali emas.

BACA JUGA: Pesilat Kudus Mantapkan Strategi Jelang Kejuaraan Dunia Malaysia

"Saya berkoordinasi dengan KONI Kudus dan juga Pemkab Kudus agar Safira bisa mendapatkan bonus. Karena dia bisa seperti sekarang juga sebuah perjuangan dan mengorbankan segalanya," kata Ketua Umum Pengcab IPSI Kudus, Muhammad Nur Hasyim, Sabtu (23/7/2022).

Hasyim menambahkan, selain mengupayakan bonus, beberapa hari lalu pihak KONI juga berencana menjadikan Safira sebagai staf di kantor KONI Kudus. Namun, menurutnya hal itu masih dalam tahapan rencana."Kalau jadi staf kan minimal ada gaji bulanan yang bisa didapatkan Safira. Tetapi realisasinya seperti apa kami belum tahu," sambungnya.Hasyim menilai bentuk apresiasi bagi atlet yang berprestasi dirasa perlu. Terlebih Safira merupakan atlet pertama asal Kudus yang mampu berlaga di level kejuaraan dunia."Kalau atlet prestasinya sudah sampai level kejuaraan dunia tetapi tidak ada apresiasi, kekhawatiran kami nanti berdampak ke atlet lainnya. Maka dari itu saya merasa reward itu penting," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Budi Erje

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler