Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Padahal, kala itu, mantan pelatih Barcelona itu melayangkan pujian pada klub Italia itu. Pep menyebut, Napoli merupakan salah satu klub terbaik saat ini. Itu dilihat dari tren baik Napoli yang saat ini jadi pemuncak klasemen sementara Serie A Italia.

Sayang, pujian yang dilontarkan bulan lalu itu justru dijawab ketus oleh Spalletti. Pelatih kepala plontos itu malah menyebut komentar Pep akan memberi tekanan pada anak asuhnya.

’’Saya tidak ingin berbicara tentang Napoli karena manajer [Spalletti] akan marah kepada saya. Sangat sensitif,’’ kata Guardiola seperti dikutip Goal.

Baca: Memori Pep Guardiola Hadapi Bayern Munchen

Gara-gara itu, Guardiola lebih memilih menyiapkan timnya di leg pertama perempat final Liga Champions. Sebab, lawan yang dihadapi klubnya, Manchester City bukanlah tim ecek-ecek.The Citizen kedatangan tamu tim dari Jerman, Bayern Munich, Rabu (12/4/2023) pukul 02.00 WIB. Main di Stadion Etihad, Guardiola sudah paham yang harus dilakukan supaya Manchester City bisa meraih kemenangan dalam laga tersebut.’’Sebanyak Anda memainkan kompetisi ini, perempat-final, semi-final, final dengan pemain yang sama, itu lebih mudah. Perasaan saya pernah ke sini, dan saya tahu apa yang harus dilakukan,’’ ucapnya.Manchester City sendiri baru sekali melangkah hingga ke Final 2021 lalu bertemu Chelsea. Kala itu, Manchester City kalah 1-0 atas Chelsea, tim yang dulu dibesut Thomas Tuchel. Tuchel sendiri kini menukangi Bayern Munich, yang akan dihadapinya.’’Kami baru memainkan satu final Liga Champions dalam hidup kami. Tapi kedua belah pihak, saat Anda memulai permainan, Anda harus menjadi yang terbaik. Itu akan membuat perbedaan,’’ ia menambahkan.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler